yang berkembang di pesisir barat sejak dari Pariaman ke Pasaman hingga ke Riau. sunua juga dikenal dengan silek para Kyai atau di , sehingga mengandung unsur-unsur agama islam.

Dalam perkembangannya Silek Sunua ini tidak lepas dari peran dua belas khalifah diantaranya Syech Burhanuddin, Syech Badarudin, Syech Badu Elang, Syech Daud, Anduang Ijuak, Syech Bani Adam, Anduang Joki, Mak Munaf, Baka Baluik, Rajo Ageh, Sulaiman dan H. Ali Musa.

Silek Sunua ini disempurnakan oleh khalifah yang ke-5 yaitu Anduang Ijuak, yang mana Anduang Ijuak ini merupakan putra asli dari Sunua, sehingga penamaan silek tuo ini dikenal dengan nama silek sunua sampai sekarang hal ini diungkapkan oleh Sudirman.

Silek Sunua ini bersifat menunggu serangan dari lawan bukan menyerang lawan, karena itu silek sunua ini ditujukan untuk menjaga diri dari hal-hal yang membahayakan diri. Dalam situs padangpariamankab.go.id disebutkan dalam perkembangannya Silek Sunua ini tidak lepas dari peran dua belas khalifah diantaranya Syech Burhanuddin, Syech Badarudin, Syech Badu Elang, Syech Daud, Anduang Ijuak, Syech Bani Adam, Anduang Joki, Mak Munaf, Baka Baluik, Rajo Ageh, Sulaiman, dan H. Ali Musa.

“Silek Sunua ini disempurnakan oleh khalifah yang ke-5 yaitu Anduang Ijuak, yang mana Anduang Ijuak ini merupakan putra asli dari Sunua, sehingga penamaan silek tuo ini dikenal dengan nama silek sunua sampai sekarang,” kata Sudirman, di Kabun Sunur, Pariaman, Sumatera Barat

Anduang ijuak, awal dari mengajar murid bertempat di jorong tingkalak tepatnya dibanda taewan, disinilah didirikan perguruan silek pagu sunur. sementara beliau sendiri bertempat tinggal di korong koto gadis yang masih merupakan kenagarian sunur. Nagari Sunua (Sunur), terletak di Kecamatan nan sabaris, Kabupaten Padang Pariaman.