Silek Luncua

0
311

Aliran , awalnya diciptakan oleh Pakiah Rabun yang berasal dari kecamatan Lembang Jaya Kabupaten Solok, karena tak berkembang di daerah asalnya Pakiah Rabun akhirnya mengembangkanya di Sungai Pagu Solok Selatan.

Silek luncua sudah terdaftar sebagai ekspresi budaya tradisional silahkan di website direktorat kekayaan intelektual Indonesia yaitu http://kikomunal-indonesia.dgip.go.id/index.php/jenis/1/ekspresi-budaya-tradisional/98/silek-luncua

Luncua ini diberi nama karena gerakan gerakan kunciannya seperti meluncur, misalnya pada jurus “sauak” apabila serangan lawan berupa tangan atau pukulan seperti tinju maka dengan sigap Luncua akan menangkap nya dengan cara menyonsong serangan lawan dengan dengan tangan kanan menuju leher melalui bawah ketiak lawan, posi tangan kiri menangkap tangan kiri lawan dari belakang dan kaki kanan diluncurkan dari belakang paha lawah hingga betis setelah semua terkunci tinggal lawan di jatuhkan.

Itu adalah salah satu jurus atau kuncian disamping puluhan lainnya jurus dari silat Luncua dan juga Jurus pertama yang dipelajari murid silat jenis ini adalah gelek. Gelek adalah suatu gerakan mengelak dari pukulan lawan. Posisi tubuh lurus, kemudian saat tinju hampir tiba, memutar 80 derajad badan. Gelek disilat Luncua tidak menggunakan telapak tangan, akan tetapi tinju lawan dielakkan dengan dada dengan memutar badan seperti tadi.

Setelah menguasai semua jurus, untuk ”pemutusan kaji” di akhir pembelajaran murid silek Luncua di ajarkan jurus “Sambuik nan Limo”, untuk menguasai jurus ini diperlukan ketelitian yang tinggi dan keseriusan, karna pada tingkat ini anak sasian atau murid sudah di berikan pisau, parang atau benda tajam lainnya, karna ini merupakan puncak dari pelatihan silat Luncua.

Biasanya Luncua memberikan syarat yang harus di penuhi oleh anak sasian untuk pemutusan kaji pada silek Luncua, seperti pengalaman penulis yang pernah mengikuti latihan silat aliran Luncua pada Perguruan Silat Garuda Putih Bukittinggi pada tahun 1995 sampai dengan tahun 2001. Pada saat itu Tuo Silek yang bernama Bapak Basrinal, S.Pd selaku guru silat juga Guru Pendidikan jasmani dan olah raga di SMK N 2 Bukittinggi, beliau mengatakan kepada penulis jika ingin melaksanakan ”pemutusan kaji” harus menyiapkan seekor ayam yang mempunyai bulu hingga kaki ayam tersebut. Selanjutnya akan di bawa melakukan prosesi “pemutusan kaji” ke kampung beliau di Muaro Labuah Solok Selatan tempat asal dan berkembangnya silek Luncua atau ini.

Sayangnya penulis tidak sempat melakukan prosesi tersebut karna harus melanjutkan pendidikan ke bangku perkuliahan, dan sekarang pun tuo silek Bapak Barsrinal S.Pd tersebut sudah pindah tugas ke kampungnya di muaro labuah solok selatan, kabar yang di peroleh beliau sekarang menjabat sebagai Kepala SKPD Satuan Polisi Pamong Paraja Solok Selatan dan tetap masih tetap mengembangakan silek Luncua melalui Perguruan Silat Garuda Putih Solok Selatan.

Jenis Jurus tangkapan atau kuncian Silek Luncua diantaranya adalah :

Gelek
Tangkok baruak
Tangkok maliang
Sauak ateh
Sauak bawah
Sambuik sumbayang
Ampok,
Alang babega,
Kabalai,
Sambuik ali,
Sawuak,
Sandang.
Sambuik nan Limo
Tangkok ampang
Tangkok ambuang
Tangkok alief timbang
Tangkok batang padi
Tangkok elo aia
Tangkok kedong
Tangkok kedong kadalam
Tangkok kedong kalua
Tangkok kungkuang karo kalua
Tangkok kungkuang tagak
Tangkok kabek pinggang
Tangkok patah itiak
Tangkok patah lutuik
Tangkok patah bahu
Tangkok patah kuduak
Tangkok patiang kicuah
Tangkok sisiak palapah
Tangkok sonta
Tangkok sauik
Tangkok siLuncua kadalam
Tangkok siLuncua kalua
Tangkok sambuik kabalai
Tangkok sambuik sasek
Tangkok sambuik rabah
Tangkok sandang lacuik
Tangkok sandang Mariah
Tangkok sandang kadalam
Tangkok sandang panantian
Tangkok tupang pungguang
Tangkok guntiang kaki
Sampai saat ini silat Luncua tersebut masih berkembang baik dalam daerah Sumatra Barat sendiri seperi Muaro Labuah, Solok, Pesisir Selatan, PadangPanjang, Sawahlunto Bukittinggi dan juga daerah tetangga Seperti Jambi, kerinci, pecan baru dan lainnya. Selain untuk mengikuti Festival Silat Tradisional, Silat Luncua juga ditampilkan pada kegiatan kegiatan seperti penyambutan tamu, Pekan Budaya Sumatra Barat, Pagelaran Pentas Seni Budaya Daerah maupun Nasional dan event event lainnya.

Diharapkan tulisan ini dapat menambah wawasan kita semua tentang kekayaan khasanah budaya khususnya silat tradisional, dan dapat merangsang minat pesilat pesilat Minangkabau untuk dapat menulis atau mendeskripsikan silat atau silek yang mereka pelajari.

Mohon maaf jika terdapat kesalahan atau kejanggalan dari tulisan ini.

Terima kasih.

“Jikok Lamak Agiah Tau Urang Lain, Jikok Ndak Lamak Agiah Tau Kami”

Maksudnya, Jika tulisan ini bermanfaat kasih tahu kepada orang lain, jika tidak bermanfaat beri tahu kami. (Syukri, S.Sn – 11082012)

Related posts