Sejarah Langkah Dalam Silek

0
398
minang-saisuak-pencak-silat-minangkabau - foto niadilova wordpress

Sewaktu Datuk Nan Batigo membentuk Luhak Nan Tigo (1186 M ) dan membuka tanah Rantau (mula-mula didirikan Kerajaan Sungai Pagu 1245 M, ketika itu Raja Alam , ialah Rum Pitualo, cicit dari Putri Jamilah atau kemenakan cicit dari Datuk Ketumanggungan), maka para pemimpin rombongan yang pindah membawa penduduk, adalah anggota pilihan dari barisan pertahanan dan keamanan kerajaan.

1. Luhak Tanah Datar, pimpinan rombongan ialah anggota barisan Kucieng Siam.

2. Luhak Agam, dipimpin oleh barisan Harimau Campo.

3. Luhak Limapuluh-Payakumbuh, dipimpin oleh anggota barisan Kambieng Hutan.

4. Tanah Rantau dan Pesisir dipimpin oleh anggota barisan Anjieng Mualim.

Keempatnya merupakan pengawal dari Baca Sejarah Silek Minangkabau

Fungsi dan tugas yang dipikul masing-masing rombongan itu diperjelas sbb

1. Barisan pengawal kerajaan , Anjieng Mualim berfungsi sebagai penjaga keamanan. Aliran Anjieng Mualim : Diberikan kepada Tanah Rantau-Pesisir adalah daerah-daerah di sekitar lembah-lembah sungai dan anak sungai dari pegunungan Bukit Barisan.

2. Barisan Perusak, Kambieng Hutan berfungsi sebagai destroyer atau zeni. Aliran silat Kambieng Hutan : Luhak Limapuluh-Payokumbuh mendapatkan lambang tersebut

3. Barisan Pemburu, Harimau Campo berfungsi sebagai Jaguar atau pemburu. Aliran Campo: Lambang Harimau Campo diberikan kepada Luhak Agam.

4. Barisan Penyelamat, Kucieng Siam berfungsi sebagai anti huru-hara. Aliran Silat Kucieng Siam: Sekarang nama Kucieng Siam menjadi lambang daerah Luhak Tanah Datar.

Jadi silat mempunyai dua macam persilatan yang menjadi inti yang khas: Langkah Tigo ( Kucieng Siam ) dan Langkah Ampek ( Anjieng Mualim ).

kemudian selanjutnya langkah tersebut berkembang menjadi Langkah Sembilan.

Langkah Sembilan selanjutnya tidak lagi disebut sebagai Silat, namun sudah berubah dengan nama Pencak ().

Related posts