Inyiak Upiak Palatiang

0
226

Islamidar atau dikenal dengan Inyiak Upiak Palantiang diperkirakan lahir di Dusun Kubu Gadang, Nagari IV Koto, Kecamatan Batipuah, Tanah Datar, Hindia Belanda, awal abad-20.

Panggilan Inyiak Upiak Palantiang, kalau dalam bahasa adalah Inyiak = Nenek, Upiak = Panggilan untuk perempuan dan Palantiang = kata kerja dari malantiang atau kira – kira melenting dalam bahasa Indonesia.

Inyiak Upiak Palantiang adalah seorang perempuan Minang yang banyak mewarisi tradisi lama , seperti , , dan dendang saluang, sehingga ia dipandang sebagai maestro seni tradisi Minang yang mendunia.

Upiak Palatiang merupakan seorang pandeka (pendekar) perempuan silat Minang yang menguasai aliran (silat gunung), salah satu aliran silat dengan tiga jurus dasar, yaitu tangkok (tangkap), piuah (pelintir), dan gelek (mengelak). gunuang menjadi hulu dari berbagai aliran silat lainnya yang kemudian berkembang di Minangkabau.

Di samping mencipta pantun-pantun pertunjukan randai, ia juga mahir mencipta syair dendang, baik yang dilantunkannya sendiri, maupun oleh pendendang tradisi lainnya dengan iringan tiupan saluang yang mendayu-dayu. Sudah ratusan syair yang lahir dari imajinasinya, seperti Singgalang Kubu di Ateh, Singgalang Gunuang Gabalo Itiak, Singgalang Ratok Sabu, Singgalang Layah, Singgalang Kariang, Singgalang Alai, Indang Batipuah, Parambahan Batusangka, dan ratusan syair dendang lainnya.

Related posts