Inyiak Upiak Palatiang

0
134
Inyiak Upiak Palantiang sedang berlatih silek di rumah

Islamidar atau dikenal dengan Inyiak Upiak Palantiang diperkirakan lahir di Dusun Kubu Gadang, Nagari IV Koto, Kecamatan Batipuah, Tanah Datar, Hindia Belanda, awal abad-20.

Panggilan Inyiak Upiak Palantiang, kalau dalam bahasa Minang adalah Inyiak = Nenek, Upiak = Panggilan untuk perempuan dan Palantiang = kata kerja dari malantiang atau kira – kira melenting dalam bahasa Indonesia.

Inyiak Upiak Palantiang adalah seorang perempuan Minang yang banyak mewarisi tradisi lama Minangkabau, seperti silat, randai, dan dendang saluang, sehingga ia dipandang sebagai maestro seni tradisi Minang yang mendunia.

Upiak Palatiang merupakan seorang pandeka (pendekar) perempuan silat Minang yang menguasai aliran silek gunuang (silat gunung), salah satu aliran silat dengan tiga jurus dasar, yaitu tangkok (tangkap), piuah (pelintir), dan gelek (mengelak). Silek gunuang menjadi hulu dari berbagai aliran silat lainnya yang kemudian berkembang di Minangkabau.

Di samping mencipta pantun-pantun pertunjukan randai, ia juga mahir mencipta syair dendang, baik yang dilantunkannya sendiri, maupun oleh pendendang tradisi lainnya dengan iringan tiupan saluang yang mendayu-dayu. Sudah ratusan syair yang lahir dari imajinasinya, seperti Singgalang Kubu di Ateh, Singgalang Gunuang Gabalo Itiak, Singgalang Ratok Sabu, Singgalang Layah, Singgalang Kariang, Singgalang Alai, Indang Batipuah, Parambahan Batusangka, dan ratusan syair dendang lainnya.

Dalam usia yang lebih dari seratus tahun, kondisi fisik Inyiak Upiak Palatiang masih terhitung prima, sehingga masih mampu mempertunjukkan gerakan-gerakan silat dengan gesit dan lincah.

Inyiak Upiak Palatiang mempunyai beberapa orang murid, di antaranya Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto yang juga dikenal sebagai budayawan dan seniman Minangkabau yang aktif mengajar dan melestarikan seni dan budaya Minangkabau.

Sepanjang pernikahannya, Inyiak Upiak Palatiang dikaruniai beberapa orang anak, yaitu Mawardi, Upiak Lamsinar, dan Zulfachri (Uncu). Den memilik beberapa orang cucu yaitu Fardizal dan Fahmizal. (*)

dikutip dari berbagai media